Senin, 28 Januari 2013

tugas

A.   Landasan Teori

1.     Kesehatan Yang Sangat Berpengaruh
Hidup sehat merupakan impian setiap orang. Dengan sehat, Anda bisa hidup berkualitas. menentukan makanan baik atau buruk dengan cara Anda mengkombinasikannya. Makanan sehat merupakan hal terpenting dalam menjaga kesehatan kita. Seperti yang kita ketahui bahwa jika kita mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dapat menimbulkan efek yang tidak baik dan dapat menggangu kesetabilan metabolisme tubuh. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh maka diperlukan pemahaman terhadap jenis makanan yang sehat untuk di konsumsi dan yang tidak baik untuk di konsumsi.
Inilah ciri-ciri makanan sehat yang baik untuk tubuh:
1.      Mengandung zat yang dibutuhkan tubuh
2.    Tidak mengandung zat-zat berbahaya
3.     Bahan makanan masih Segar dan Alami
Berikut beberapa ciri-ciri dan tips menghindari makanan yang terkontaminasi bahan-bahan berbahaya, biasanya sering di gunakan oleh para pedagang.
1.      Jangan pernah membeli makanan dengan warna terang atau mencolok. Biasanya, warna dalam makanan disebabkan penggunaan pewarna yang berlebihan/pewarna pakaian.
2.     Lihat dan sentuh makanan yang akan dibeli. Jika terasa terlalu lembut atau gurih bisa saja menggunakan penyedap secara berlebihan.
3.     Cium aroma makanan, bila aroma makanan yang dikeluarkan sangat menyengat atau biasanya aroma yang dikeluarkan sangat khas dengan bahan utama. bisa saja makanan tersebut banyak menggunakan zat yang bisa mengawetkan makanan secara lama seperti sarden.

Kandungan gizi makanan perlu kita perhatikan pada saat kita sedang mengkonsumsi makanan atau menyiapkan makanan. Makanan merupakan sumber energy bagi tubuh kita, makanan juga bisa membawa penyakit, Ini semua tergantung pada jenis makanan yang kita pilih untuk dikonsumsi dan apakah kita mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang seimbang. Saat ini orang cenderung menjalani pola makan dan pola hidup yang tidak sehat. Hal ini ditandai oleh kegemaran mengkonsumsi makanan instan dan makanan junk food yang banyak mengandung bahan pengawet dan zat buatan, seperti pemanis buatan yang dapat merusak tubuh.
Selain itu banyak orang juga senang mengkonsumsi makanan yang berlemak dan berkolestrol tinggi dalam jumlah yang berlebih. Hal inilah yang menjadikan sistem kekebalah tubuh menurun dan sekarang ini banyak orang mudah terjangkit penyakit yang kronis seperti jantung, asam urat, dan diabetes, bahkan mereka yang berusia muda pun mulai terserang penyakit ini. Kini saatnya kita kembali hidup sehat dengan mengenal kandungan gizi pada makanan 4 sehat 5 sempurna.
Makanan adalah salah satu persyaratan pokok bagi manusia. Untuk itu, makanan yang dikonsumsi seharusnya memiliki nilai dan kandungan Gizi yang sesuai dengan standar gizi seimbang. Paling tidak kita harus mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
Akibat dari pola makan dan menu yang tidak sesuai dengan kandungan gizi tersebut, bisa jadi tubuh akan mengalami kekurangan gizi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit kurang kalori dan protein, obesitas, anemia, zerophthalmia, gondok endemik. Apalagi terhadap kelompok rentan gizi.
Gaya hidup modern dengan segala sesuatu yang serba praktis seringkali membuat kita mengkonsumsi makanan siap saji. Akan tetapi, sebelum meneruskan pola makan seperti ini, ada baiknya mempertimbangkan dulu dampak buruknya bagi kesehatan. Tidak hanya menjadi pemicu obesitas, makanan cepat saji atau yang lebih dikenal dengan fast food ini juga bisa menurunkan kepadatan tulang. Sebagai langkah mudahnya kita semua diharapkan masyarakat dapat menjaga kesimbangan gizi dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

2.     Pengertian Pedagang Kaki Lima
Pedagang Kaki Lima atau disingkat PKL adalah istilah untuk menyebut penjaja dagangan yang menggunakan gerobak. Istilah itu sering ditafsirkan demikian karena jumlah kaki pedagangnya ada lima. Lima kaki tersebut adalah dua kaki pedagang ditambah tiga "kaki" gerobak (yang sebenarnya adalah tiga roda atau dua roda dan satu kaki). Saat ini istilah PKL juga digunakan untuk pedagang di jalanan pada umumnya.
Sebenarnya istilah kaki lima berasal dari masa penjajahan kolonial Belanda. Peraturan pemerintahan waktu itu menetapkan bahwa setiap jalan raya yang dibangun hendaknya menyediakan sarana untuk pejalanan kaki. Lebar ruas untuk pejalan adalah lima kaki atau sekitar satu setengah meter.
Sekian puluh tahun setelah itu, saat Indonesia sudah merdeka, ruas jalan untuk pejalan kaki banyak dimanfaatkan oleh para pedagang untuk berjualan. Dahulu namanya adalah pedagang emperan jalan, sekarang menjadi pedagang kaki lima. Padahal jika merunut sejarahnya, seharusnya namanya adalah pedagang lima kaki.
Di beberapa tempat, pedagang kaki lima dipermasalahkan karena mengganggu para pengendara kendaraan bermotor. Selain itu ada PKL yang menggunakan sungai dan saluran air terdekat untuk membuang sampah dan air cuci. Sampah dan air sabun dapat lebih merusak sungai yang ada dengan mematikan ikan dan menyebabkan eutrofikasi. Tetapi PKL kerap menyediakan makanan atau barang lain dengan harga yang lebih, bahkan sangat, murah daripada membeli di toko. Modal dan biaya yang dibutuhkan kecil, sehingga kerap mengundang pedagang yang hendak memulai bisnis dengan modal yang kecil atau orang kalangan ekonomi lemah yang biasanya mendirikan bisnisnya di sekitar rumah mereka.